Sabtu, 11 April 2009

Ada hal yang lebih penting dari nama dan bayangan wajahnya yang memuakkan

Cicak…
Malam itu, sebelum tidur aku sengaja merapikan isi lemariku. Kesibukan beberapa minggu ini, membuat aku mengacuhkan kerapiannya. Hampir rampung. Sesaat…aku merasa ada mata yang memperhatikan aku. Setelah kucari, yah…ternyata mata replika cicak yang nempel di dinding lemariku. Sesaat aku langsung teringat si pemberi replika hewan melata itu.Ku raba dia. Arrrgh…mengingat dia…. malas banget. Semburat kebencian mulai menyeruak. FYI, aku tidak biasa membuang barang pemberian orang walaupun pada akhirnya hubunganku ga baik dengan si pemberi. Eman….;-)
Entah berapa lama aku memperhatikan replika cicak dari kayu itu…..berpikir….si pengrajin rajin amat ya buatin replika cicak. Ga ada binatang yang lebih unik atau eksotis apa???
Diiringi desahan suara Norah Jones dengan Come away with me-nya, kuhempaskan pantat ku ke kasur dan mulai memikirkan kehidupan si cicak sejauh yang aku tahu….dia identik dengan hidupnya yang serba nempel. Ga peduli tempatnya horizontal, vertikal ataupun diagonal. Sepertinya dia selalu bisa beradaptasi dimanapun tanpa harus ada yang berubah dari dirinya. Walaupun dia hanya bisa merayap, tapi soal makanan dia mampu menangkap para mangsanya yang bisa terbang. Hebat, bukan? Soal percaya diri dia emang jagonya. Coba kalau dia minder gara-gara ga bisa terbang. Boro-boro menjulurkan lidah dan memangsa … mungkin saat melihat mereka, si cicak hanya mampu diam dan tertunduk malu.
Sambil tersenyum sendiri aku mengembalikan replika cicak itu ke tempatnya. Ternyata ada sesuatu yang lebih penting, yang perlu aku ingat mengalahkan nama dan wajah si pemberi benda itu.
Dan ngantuk mulai menghampiri, mengajak badan istrahat sejenak dari segala rutinitas.
ZZZZ….zz………zzz…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar