Rabu, 20 Mei 2009

Mengeluh VS Bersyukur

Tanpa kita sadari...............hidup kita terus diwarnai dengan keluhan. alasan curhat, tapi ternyata mengelu.
saya tertarik dengan email teman saya.It's opened my mind. (Thank's Sierra)

MENGELUH??!! NO!!!!

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

'Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!'

'Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan 'job-desc' gue'

'Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu'.

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?

Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya
kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.

Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
cid:4.1441586997@web55203.mail.re4.yahoo.com

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

'Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.'



So....let's try.
Mengeluh???? Mmmm..NO!

Senin, 27 April 2009

susah bener jadi orang benar...

Siapa bilang jadi orang benar itu gampang???
Saat itu saya menjabat sebagai salah satu pengumpul dan pemegang uang dari kepengurusan di sebuah organisasi. Nantinya itu harus dikelola dalam bentuk ‘nyata yang bergerak’.

Setelah beberapa lama mulai ada angin-angin tidak segar , yang menginginkan saya harus menyerahkan semua uang yang saya pegang pada pelaksana proyek.

Bingung…karena setahu saya selama kerja dengan Om Wangke (Thanks Om Jhon)bukannya pelaksana itu nanti membuat rincian belanja trus saya kasih uang dan nanti pertanggung jawabannya melalui nota-nota. Mau ditambahin atau direkayasa sabodo teuing!It’s not my bussines.

Anehnya mereka menginginkan saya mundur dari kedudukan saya sebagai bendahara (dari cerita teman yang saya dengar).

Akhirnya kita duduk bersama untuk membahas desas-desus itu.Dan arah pembicaraan semakin jelas. Ternyata sekarang ada yang mau mencoba menjadi ular berbisa dengan terang-terangan (aw…takuut).

Ternyata mereka itu meminta jatah.
Selama ini mereka menunggu agar saya datang dan berembuk gimana caranya berbagi ‘persenan’ tetapi mereka salah. sekalipun saya tidak pernah membahas itu.
Hati kecilku merintih, mereka tega sekali meminta jatah yang jelas-jelasnya bukan haknya.

Desakan makin gencar…akhirnya saya menyerah. Menyerah bukan untuk ikut ‘bermain’ dalam gepokan dana itu.

Saya putuskan ‘cuci tangan’ dan tidak mau terlibat
‘Kita akan menanggung hasil dari akibat setiap perbuatan kita’, bukan?

Tetapi rayuan dan ajakan mereka semakin menggiurkan…………
Batin bergejolak, berperang untuk bertahan.

TIDAAKKK!!! Untuk menyikapi semua itu aku pura-pura tolol..tertawa garing mendengar tawaran mereka, sementara hati ingin memaki.

Hari itu menjadi hari yang melelahkan bagiku.
Tidak habis pikir,

Jadi siapa bilang jadi orang benar itu gampang???

Nge-privat dadakan

Sekarang kesibukanku bertambah dengan tidak sengaja.
ngga ada angin nggak ada hujan tiba-tiba saja salah satu anak kos kami nyeletuk pas melewati lorong rumah,” Dimana ya Ka, les bahasa Inggris disini?”
Spontan saja aku menjawab,”Yee…napa nggak les ke aku aja?”
“Mang mau??”
“Ya…kalo kamu mau aja sih. Walaupun aku bukan jurusan sastra Inggris, tapi aku punya tawaran menarik kok.”

Sepertinya dia tertarik.
Dan percakapan lebih lanjut pun berlangsung. Tanpa konsep aku mulai menawarkan les bahasa Inggris yang enjoyable dan belajar yang disesuaikan dengan keinginannya.
Deal! Malam senin jadi malam perdana aku kasih les. Awalnya dia agak malu-malu. Biasanya kita berinteraksi paling kalo guyon bareng di tuang TV atau kalo memang dia ada tugas yang harus diketikkan.Tapi lambat laun dia kelihatannya nyaman. Apalagi kami membahas salah satu lagu Barat kesukaannya.
Kesan pertama sepertinya cukup memuaskan.

Eits…tunggu dulu. Jangan bilang saya money oriantated. Sebenarnya.. (siapa sih ngga pengen punya tambahan duit? ;-) Yah…sambil menyelam minum air lah. Saya juga harus belajar lebih banyak kok dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini…saya dan Desa (namanya) hanya mencoba berbagi. Karena dia dengan jujur mengeluh kan cara ngajar guru les waktu dia SMA dulu. Jadi…bukan saya merebut lahan orang kan….

Minggu depan aku harus menyiapkan materi tentang Psikologi. Sepertinya menarik.

Senin, 20 April 2009

Selamat hari kartini

Selamat hari kartini...
awalnya aku mau mengucapkannya di facebook. tapi aneh..apa Facebooknya lagi ikutan karnaval pake kebaya-an, ngga tahu juga. Akibatnya setiap aku membuka situs jejaring itu...jawabannya error.
Apa yang istimewa di hari kartini...
waktu aku kecil, udah akrab ama kebaya. karena pernah ikut karnaval.(hihi...ingat gimana mempertahankan lipstik sampe2 ga mau basahin bibir)
pas kuliah....pernah jadian pas di hari kartini..(tapi nggak pake kebayaan lagi kok)
sekarang....
well just try to be a better girl, than before.
try to do the best in life

Any way..pada hapal lirik Ibu kita kartini ngga??
Nyanyi yukkkkkkkkkk

ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
(written by: W.R. Supratman)
---

Rabu, 15 April 2009

Dia bilang Paskah itu kebohongan, kesalahan dan duka cita

1 Message Receive

Opening………….

Paskah itu kebohongan!!!


Paskah itu kesalahan!!!


Paskah itu duka cita


Bila hati penuh kebencian!!!!


DEG!! Aku merasa tertuduh.
Pagi itu. Salah satu temanku yang berprofesi pendeta mengirimkan pesan singkat itu.
Apa dia pernah mampir ke blog dan membaca postingan ku.
Aku meragukannya, karena dengan berbagai kesibukannya, sepertinya dia tidak sempat mampir browsing di dunia maya ini.
Entahlah namun pesan singkat itu begitu mengena.
Sejenak pikiranku dipenuhi dengan segala macam peristiwa.
Lalu aku tekan salah satu keypad handphoneku

Reply

Paskah itu pemulihan.
Paskah itu penghiburan.
Bagi hati yang terluka.


Sending message………….


Message sent


Delivered to: 081376*******

☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺



Happy Easter

Sabtu, 11 April 2009

Ada hal yang lebih penting dari nama dan bayangan wajahnya yang memuakkan

Cicak…
Malam itu, sebelum tidur aku sengaja merapikan isi lemariku. Kesibukan beberapa minggu ini, membuat aku mengacuhkan kerapiannya. Hampir rampung. Sesaat…aku merasa ada mata yang memperhatikan aku. Setelah kucari, yah…ternyata mata replika cicak yang nempel di dinding lemariku. Sesaat aku langsung teringat si pemberi replika hewan melata itu.Ku raba dia. Arrrgh…mengingat dia…. malas banget. Semburat kebencian mulai menyeruak. FYI, aku tidak biasa membuang barang pemberian orang walaupun pada akhirnya hubunganku ga baik dengan si pemberi. Eman….;-)
Entah berapa lama aku memperhatikan replika cicak dari kayu itu…..berpikir….si pengrajin rajin amat ya buatin replika cicak. Ga ada binatang yang lebih unik atau eksotis apa???
Diiringi desahan suara Norah Jones dengan Come away with me-nya, kuhempaskan pantat ku ke kasur dan mulai memikirkan kehidupan si cicak sejauh yang aku tahu….dia identik dengan hidupnya yang serba nempel. Ga peduli tempatnya horizontal, vertikal ataupun diagonal. Sepertinya dia selalu bisa beradaptasi dimanapun tanpa harus ada yang berubah dari dirinya. Walaupun dia hanya bisa merayap, tapi soal makanan dia mampu menangkap para mangsanya yang bisa terbang. Hebat, bukan? Soal percaya diri dia emang jagonya. Coba kalau dia minder gara-gara ga bisa terbang. Boro-boro menjulurkan lidah dan memangsa … mungkin saat melihat mereka, si cicak hanya mampu diam dan tertunduk malu.
Sambil tersenyum sendiri aku mengembalikan replika cicak itu ke tempatnya. Ternyata ada sesuatu yang lebih penting, yang perlu aku ingat mengalahkan nama dan wajah si pemberi benda itu.
Dan ngantuk mulai menghampiri, mengajak badan istrahat sejenak dari segala rutinitas.
ZZZZ….zz………zzz…..

Rabu, 01 April 2009

Ada apa?

Ada apa???
aku juga ngga tahu. yang jelas aku sekarang lagi dalam masa transisi. di keluarga, pekerjaan, pertemanan, dan percintaan (haha...yang ini pasti ngga bisa ketinggalan).
Kadang kayak orang bingung...dan seperti ga sadar siapa aku sebenarnya. Nah lho..tapi .gitu deh, beberapa hari ini aku suka ga fokus dengan hariku.